415 Ribu Usaha Surabaya Didata dalam Sensus Ekonomi 2026, Mengapa Data Jadi Kunci Ekonomi Digital?

Afifah

Afifah

Contributor

21 Agustus 2026
5 min baca
5 dilihat
Manajemen-strategi-keuangan

Surabaya sedang membangun salah satu fondasi penting bagi perkembangan ekonominya: data. Melalui Sensus Ekonomi 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya menargetkan pendataan sekitar 415 ribu unit usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar. Pendataan ini menjadi bagian dari Sensus Ekonomi yang dilakukan setiap sepuluh tahun dan mencakup seluruh pelaku usaha nonpertanian, termasuk sektor ekonomi digital.

Bagi kota dengan aktivitas ekonomi sebesar Surabaya, data bukan sekadar angka statistik. Informasi mengenai jumlah usaha, tenaga kerja, pendapatan, pengeluaran, aset, hingga karakteristik bisnis dapat membantu pemerintah memahami kondisi ekonomi secara lebih akurat. Pertanyaannya, bagaimana data tersebut dapat berperan dalam perkembangan ekonomi digital Surabaya?

415 Ribu Usaha Menjadi Peta Ekonomi Surabaya

Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026 dan melibatkan sekitar 1.900 petugas untuk menjangkau berbagai jenis usaha di Surabaya. Pendataan tidak hanya menyasar perusahaan formal, tetapi juga usaha rumahan dan sektor ekonomi kreatif.

Data yang dikumpulkan mencakup identitas usaha, Nomor Induk Berusaha (NIB), karakteristik usaha, jumlah tenaga kerja, serta aspek keuangan seperti pendapatan, pengeluaran, dan aset. Dengan cakupan tersebut, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai struktur perekonomian kota.

Hal ini penting karena perkembangan bisnis saat ini tidak lagi hanya berlangsung di toko atau kantor. Banyak pelaku usaha memasarkan produknya melalui media sosial, marketplace, aplikasi, dan berbagai platform digital. BPS Surabaya juga menyoroti bahwa pergeseran menuju sektor digital menjadi salah satu tantangan yang perlu ditangkap dalam sensus kali ini.

Mengapa Data Penting untuk Ekonomi Digital?

Ekonomi digital membutuhkan data yang akurat. Tanpa mengetahui jumlah dan karakteristik pelaku usaha, pemerintah akan kesulitan menentukan sektor mana yang membutuhkan dukungan teknologi, pelatihan, pembiayaan, atau infrastruktur.

Misalnya, jika data menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM di suatu wilayah masih memiliki keterbatasan dalam pemasaran digital, pemerintah dapat mengarahkan program pelatihan ke wilayah tersebut. Jika sektor tertentu mengalami pertumbuhan pesat, pemerintah juga dapat mempertimbangkan kebutuhan infrastrukturnya.

Dengan kata lain, data memungkinkan kebijakan menjadi lebih spesifik dan berbasis kebutuhan nyata.

DPRD Surabaya juga menilai akurasi data Sensus Ekonomi 2026 penting untuk menentukan berbagai program, mulai dari revitalisasi Sentra Wisata Kuliner, pelatihan digitalisasi usaha, kemudahan NIB, hingga penyaluran bantuan modal.

Data Bisa Menjadi Bahan Bakar AI

Peran data menjadi semakin penting ketika pemerintah dan pelaku bisnis mulai memanfaatkan Artificial Intelligence (AI). AI membutuhkan data untuk mengenali pola, membuat prediksi, dan menghasilkan rekomendasi.

Bayangkan pemerintah memiliki database ekonomi yang mampu menggambarkan jumlah usaha berdasarkan sektor, lokasi, skala, tenaga kerja, pendapatan, dan aset. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk membuat analisis yang lebih mendalam.

AI, misalnya, dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi wilayah yang mengalami pertumbuhan usaha paling cepat, memperkirakan kebutuhan pelatihan UMKM, atau mendeteksi perubahan pola ekonomi berdasarkan data historis.

Namun, hal tersebut hanya dapat dilakukan apabila data yang tersedia lengkap, akurat, konsisten, dan diperbarui secara berkala. Dataset yang buruk akan menghasilkan analisis yang buruk pula.

Karena itu, sensus ekonomi dapat dilihat sebagai salah satu fondasi data yang memungkinkan pemanfaatan teknologi analitik dan AI di masa depan.

Data Ekonomi Bukan Sekadar untuk Pemerintah

Manfaat data ekonomi juga dapat dirasakan oleh sektor swasta. Informasi mengenai struktur usaha dan perkembangan ekonomi suatu daerah dapat membantu perusahaan menentukan strategi bisnis dan investasi.

Pelaku usaha dapat menggunakan data makro untuk memahami kondisi pasar, sementara lembaga keuangan dapat menggunakannya sebagai salah satu referensi dalam memahami karakteristik sektor usaha. Bagi startup, data ekonomi juga dapat membantu mengidentifikasi masalah yang berpotensi menjadi peluang bisnis.

Semakin detail data yang tersedia, semakin mudah pula berbagai pihak memahami di mana kebutuhan pasar berada.

Namun, pemanfaatan data harus tetap memperhatikan keamanan dan privasi. BPS Surabaya menegaskan bahwa data individual yang dikumpulkan dalam sensus bersifat rahasia dan disajikan dalam bentuk agregat. Data tersebut juga ditegaskan tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan.

Tantangan Setelah Sensus Selesai

Pendataan 415 ribu usaha tentu bukan akhir dari proses. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana data tersebut diolah dan diterjemahkan menjadi kebijakan yang memberikan dampak.

Data yang hanya tersimpan sebagai laporan statistik tidak akan memberikan manfaat maksimal. Pemerintah perlu mengintegrasikan dan menganalisisnya agar dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan, pengembangan UMKM, penyediaan infrastruktur, serta pengambilan keputusan ekonomi.

Hal ini semakin penting bagi Surabaya karena BPS menilai kota tersebut memiliki posisi strategis dalam perekonomian Jawa Timur. Menurut BPS Surabaya, kota ini menyumbang sekitar seperempat ekonomi Jawa Timur sehingga perubahan ekonomi di Surabaya dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Dari Sensus Menuju Kota Berbasis Data

Sensus Ekonomi 2026 memberikan kesempatan bagi Surabaya untuk memiliki gambaran ekonomi yang lebih komprehensif di tengah perubahan menuju ekonomi digital.

Pendataan sekitar 415 ribu usaha bukan sekadar upaya menghitung berapa banyak bisnis yang beroperasi. Data tersebut dapat menjadi peta untuk memahami siapa pelaku ekonominya, bagaimana mereka menjalankan bisnis, sektor mana yang berkembang, dan kebutuhan apa yang perlu diprioritaskan.

Ke depan, kekuatan ekonomi digital Surabaya tidak hanya ditentukan oleh jumlah perusahaan teknologi atau banyaknya bisnis yang hadir di platform digital. Kemampuan pemerintah dan pelaku usaha dalam menggunakan data untuk mengambil keputusan juga akan menjadi faktor penting.

Jika data sensus dapat diolah dan dimanfaatkan secara tepat, Surabaya memiliki peluang untuk bergerak dari sekadar kota yang menjalankan digitalisasi menuju kota yang membangun kebijakan ekonomi berdasarkan data.

Pada akhirnya, angka 415 ribu usaha bukan hanya sebuah statistik. Di baliknya terdapat jutaan aktivitas ekonomi, tenaga kerja, transaksi, dan potensi bisnis yang dapat menjadi dasar bagi masa depan ekonomi digital Surabaya.

Referensi

Tags
Sensus Ekonomi 2026 ekonomi digital Surabaya UMKM Surabaya data ekonomi transformasi digital
Link berhasil disalin ke clipboard!
👋 Tanya AI Kami!
Kembali ke Atas
Chat WhatsApp
Chat Bot

Asisten GL++

Online 24/7
GL-Bot

Halo! 👋 Saya asisten virtual GL++. Ada yang bisa saya bantu tentang software akuntansi dan layanan kami?

15:34